Ini merupakan kisah nyata. Dimana rasa cinta dan penyesalan
datang. Rasa penyesalan yang teramat dalam karena telah menyia-nyiakan
seseorang yang mencintai kita dengan tulus. Rasa kehilangan yang teramat terasa
ketika tidak ada lagi yang mengusik hidup kita. Mengapa penyesalan harus datang
diakhir ketika aku telah merasa nyaman terhadap dia. Padahal semua hanyalah
proses dari sebuah kehidupan. Apakah dulu dia benar benar mencintaiku atau itu
hanyalah sebuah rasa suka sesaat. Mengapa dia hanya berjuang di awal tapi
menyerah pada akhirnya. Mengapa dia harus hadir jika akhirnya meninggalkan. Dan
mengapa dia harus mencintai jika akhirnya membenci.
Mungkin sekarang kamu telah menemukan bahkan mendapatkan
orang yang jauh lebih baik dari aku. Sekarang aku tau bagaimana rasanya
mencintai namun tak dicintai, rasanya memperjuangkan namun hanya sendirian.
Sekarang aku tau bagaimana rasanya menjadi kamu. Aku merasakan apa yang kamu
rasakan dulu dan itu rasanya sakit. Maaf mungkin aku telah menyia nyiakan kamu.
Tapi asal kamu tau dulu pun aku merasakan hal yang sama
seperti kamu. Hanya banyak keraguan yang muncul dalam diriku. Terlebih aku
sebelumnya memang belum pernah merasakan namanya jatuh cinta. Aku takut ini
hanya cinta sesaat dan aku takut jika kamu jatuh terlalu dalam pada cinta.
Aku tau dulu aku
selalu tak perduli padamu dan kadang merasa jengkel atas perlakuanmu yang
berlebihan bagiku. Aku tau dulu kamu begitu perhatian padaku yang mungkin itu
merupakan hal biasa yang dilakukan sahabat terhadap sahabatnya. Tapi aku merasa
ada sesuatu yang janggal dan aneh. Aku merasa ada perasaan yang lebih
terhadapmu. Mungkin kamu tak pernah merasakan perasaan itu namun sejujurnya aku
merasakan itu. Mungkin dulu kamu merasa berjuang sendiri tapi sejujurnya aku
ingin ikut berjuang namun tak mampu. Aku tak mampu jika aku harus ikut berjuang
denganmu dan memulai sebuah hubungan yang lebih dari seorang sahabat. Rasanya
itu mustahil dan tak mungkin, aku tak mau jika nanti kita harus mengakhiri
hubungan itu dan kita seperti tak mengenal. Aku lebih nyaman dengan hubungan
kita yang hanya sebatas sahabat, karna sahabat tak pernah mengenal kata mantan.
Dulu aku bukan merasa jengkel atau pun merasa risih padamu,
namun aku hanya tak ingin rasamu terlalu dalam padaku. Aku tau aku telah salah,
aku telah menolak perasaan ini. Aku telah membohongi perasaanku, tapi itu semua
aku lakukan agar tidak ada yang terluka. Aku tau salah aku yelah menyia nyiakan
orang sepertimu. Orang yang mengerti semua sikapku, kebiasaan burukku, dan
orang yang selalu mendengarkan keluh kesahku. Kamu selalu sabar menghadapi
semua sikapku yang tiba tiba berubah.
Aku bingung mengapa
perasaan ini tiba tiba bisa berubah, awalnya kita hanya sebatas teman sekelas.
Awalnya aku sedikit tidak suka padamu, bahkan benci karna sikapmu yang
menjengkelkan, emosional, dan aneh. Tapi lama lama kita bisa jadi deket, rasa
nyaman tiba tiba muncul, dan rasa saling percaya pun datang. Awalnya mungkin
aku ragu namun kamu telah megubah keraguan itu. Aku nyaman ketika aku cerita
tentang semua masalahku padamu, aku nyaman ketika kamu ada disisiku. Aku pun
merasa disaat yang lain menjauh kamu selalu ada. Tapi semua itu seketika
berubah menjadi rasa benci, rasa dendam yang teramat dalam, dan rasa bersalah.
Aku merasa belum siap atas semua perubahan sikapmu. Atas
semua rasa pedulimu terhadapku, aku merasa belum siap ketika ada seseorang yang
datang dan memberi perhatian lebih padaku. Aku merasa aku bukan orang pantas
untukmu. Ketika kamu datang memberi perhatian padaku aku malah acuh tak acuh,
aku malah pergi dan menjauh. Aku baru sadar sekarang bahwa kamu adalah orang
yang begitu berarti untuk-ku. Kamu orang yang selama sabar atas sikapku. Aku
baru sadar sekarang ketika kamu pergi dan tidak perduli.
Penyesalan ini datang tiba tiba, aku bingung harus apa saat
ini. Aku tak tahu aku harus apa sekarang. Aku hanya ingin minta maaf padanya,
tapi aku tau diri mana mau orang sepertinya memafkanku.
Hanya kata maaf yang dapat aku katakana padamu. Mungkin kamu
sudah muak padaku, bahkan sudah terlanjur membanciku. Tapi aku sadar bahwa aku
salah.
Tapi mau dikata apa lagi, meskipun akhirnya tidak begini
sampai kapan pun kita memang tidak pernah bersama. Karna kita hanya di takdirkan
untuk bertemu bukan bersatu. Kamu memang ditakdirkan bersama wanita yang benar
benar mencintaimu, bukan wanita yang datang dan pergi semaunya.